Detail Cantuman
Text
Majalah PUSAT Majalah Sastra Edisi 21 Tahun 2022
Sastra dan Peringatan
“Apakah sastra dan apakah peringatan?” semacam tanya tersirat
bahwa ada dua kata tersebut saling menyatu: sastra dan peringatan.
Barangkali seperti Chairil Anwar pada bulan April, Sumpah Pemuda
pada bulan Oktober, dan peristiwa-peristiwa lain pada bulan tertentu.
Barangkali, ini alasan mengapa situasi sastra cenderung semacam
pengembalian ingatan dari perihal tertentu. Kata lain juga—ya,
bahwa membaca sastra berarti membaca zaman.
Maka, silakan menulis, karena keabadian kerja sastra adalah
menulis, menulis, dan menulis. Konon, orang boleh pandai setinggi
langit, tetapi selama ia tak menulis, ia akan menghilang di dalam
masyarakat dan dari sejarah, kata Pramoedya Ananta Toer.
Barangkali pula, sastra dan peringatan atau sebaliknya, merupakan
“alarm”; Hari Guru, Hari Sastra, Hari Pendidikan, Hari
Kemerdekaan, dan hari lainnya, suatu sinyal bahwa ada mesti
dicatat, harus dicatat, dan patut dikenang.
Alangkah elok ungkapan: kehidupan adalah sastra itu sendiri. Seperti
keseharian dari perjumpaan dari dan oleh siapapun dalam jagat
semesta ini, bolehkah disebut “sastra”? Bulan April kita “berjumpa”
dengan Chairil Anwar. Sosok “binatang jalang” sekaligus ekspresif
dalam prakemerdekaan dan beberapa tahun setelahnya, yang 73
tahun lalu terbaring di TPU Karet Bivak, menanggalkan situasi
sastra dan peringatan.
Ketersediaan
EBS0567 | 070.1 MAM m | Perpustakaan SDIT Al-Fityan School Gowa (E-Book) | Tersedia |
Informasi Detail
Judul Seri |
Nonfiksi
|
---|---|
No. Panggil |
070.1 MAM m
|
Penerbit | Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV : Jakarta., 2022 |
Deskripsi Fisik |
84 hlm;
|
Bahasa |
Indonesia
|
ISBN/ISSN |
2086-3934
|
Klasifikasi |
070.1 Media Berita
|
Tipe Isi |
-
|
Tipe Media |
-
|
---|---|
Tipe Pembawa |
-
|
Edisi |
Edisi 21
|
Subjek | |
Info Detail Spesifik |
-
|
Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain