Text
Sepatu Dahlan
Mata berkunang-kunang, keringat bercucuran, lutut gemetaran, telinga mendenging-denging... Siksaan lapar ini memang tak asing, tetapi masih saja berhasil mengusikku. Sungguh, aku butuh tidur, sejenak pun bolehlah. Supaya lapar ini terlupakan... rnrnKehidupan mendidik Dahlan kecil dengan keras. Baginya, rasa perih karena lapar adalah sahabat baik yang enggan pergi. Luka di kakinya menjadi bukti perjuangan dalam menjalani hidup. Dia harus berjalan puluhan kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki. Sepulang sekolah banyak pekerjaan yang harus dilakoninya demi sesuap tiwul, mulai dari nguli nyeset, nguli nandur sampai melatih tim voli anak-anak juragan tebu.rnrnDan di usia mudanya, Dahlan sudah banyak merasakan kehilangan. Buku catatan hariannya pun dipenuhi curahan kegalauan hati yang selalu dia alami. Setiap kali terpuruk seringkali dia berkata pada dirinya sendiri, hidup, bagi orang miskin sepertiku, harus dijalani apa adanya. Didikan keras sang Ayah dan kakak-kakak tercintanya serta senyum sang Ibu, selalu bisa membuatnya bertahan dan terus berjuang dalam hidup. Selain itu, di atas segala luka dan kesedihan yang dialaminya dia punya dua cita-cita besar yang membuatnya semakin bekerja keras: sepatu dan sepeda.
Ketersediaan
#
Perpustakaan SMPIT Al-Fityan School Gowa
813 KHR s
B04506
Tersedia
Informasi Detail
- Judul Seri
-
-
- No. Panggil
-
813 KHR s
- Penerbit
-
Bandung Mizan Pustaka 2013 :
Noura Books.,
2012
- Deskripsi Fisik
-
140 hlm. : ilus. ; 21 cm.
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
978-602-9498-24-0
- Klasifikasi
-
-
- Tipe Isi
-
-
- Tipe Media
-
-
- Tipe Pembawa
-
-
- Edisi
-
Cet. 3
- Subjek
-
- Info Detail Spesifik
-
-
- Pernyataan Tanggungjawab
-
Khrisna Pabichara ; komikus, Tita Larasati ; penyunting, Rony Amdani
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar