Text
Pemimpin cinta: Mengelola sekolah, guru, dan siswa dengan pendekatan cinta
Menjadi orang baru di lingkungan yang juga baru memang tidaklah mudah, apalagi jika posisinya adalah seorang pemimpin. Selain harus beradaptasi dengan cuaca dan adat, juga berhadapan dengan tekanan-tekanan dari orang-orang sekitar.
Itulah yang dirasakan oleh pengarang Pemimpin Cinta (Edi Sutarto) saat menjadi Direktur Athirah di masa-masa awal. Kebijakan-kebijakan dan terobosan-terobosannya banyak ditentang, bahkan oleh para bawahannya. Tentang kedisiplinan, rolling SDM secara besar-besaran sesuai dengan kapasitasnya, program-program baru, dan lain sebagainya.
Tapi, itulah makna sebuah perubahan. Seorang pemimpin seringkali harus membuat kebijakan yang tidak populer demi menggulirkan perubahan terbaik dalam masyarakat yang dipimpinnya. Terlebih memimpin pengelolaan sekolah tidaklah sama dengan memimpin sebuah perusahaan. Diperlukan lebih dari sekadar kemampuan manajerial dalam mengelola sekolah. Apabila bottom line dari kegiatan perusahaan adalah laba, maka output dari sekolah adalah manusia-manusia, yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga berkarakter dan berbudi. Untuk mencapai tujuan itu, diperlukan manajemen fisik, manajemen rasa, manajemen kecerdasan, dan manajemen hati. Dalam buku ini, pengarang berbagi pengetahuan dan pengalaman bagaimana mengelola jaringan sekolah Athirah di Sulawesi Selatan sehingga menjadi sekolah para juara dan unggul dalam waktu yang relatif singkat. Dan semua itu ia lakukan dengan sepenuh cinta.
Tidak tersedia versi lain